Jumat, Oktober 01, 2004

Si JAQ 26 Kereta Kami

Berbicara masalah transportasi umum (public transportation) di Malaysia ini, ada sedikit perbedaan dengan di Indonesia. Di sini transportasi umum lebih nyaman, namun jumlahnya tak sebanyak seperti di negara kita.

Di kampus UTM yang luas inipun sudah disediakan Bus Kampus percuma (gratis), namun bila liburan/cuti semester tiba, kendaraan tersebut juga ikut cuti. Sehingga mau tak mau saya harus memikirkan sarana transportasi ini. Bila punya sarana transportasi sendiri, maka saya akan lebih bisa menghemat uang dan tenaga. Tak perlu panggil taxi untuk hanya sekedar berbelanja ke luar kampus. Dan juga kalau ke makmal (laboratorium) atau kantin kampus, tak perlu jalan kaki bila musim libur tiba.

Lebih-lebih saya sudah memutuskan untuk membawa serta keluarga ke sini. Meskipun sebetulnya saya sudah beli motosikal (sepeda motor), namun untuk kenyamanan transportasi keluarga, kami masih memerlukan sebuah kereta (mobil). Mobil ini kami perlukan terutama untuk antar jemput anak sekolah dan untuk melayani keperluan keluarga bila akan bepergian bersama-sama.

Alhamdulillah, setelah melakukan perburuan yang teliti, kami dapatkan informasi bahwa salah seorang pensyarah (dosen) di Fakulti Kejuruteraan Awam (Fakultas Teknik Sipil) akan menjual kereta tuanya Honda Accord keluaran tahun 1982. Namun kendaraan ini sudah satu tahun tak dipakai, dan terbiar diparkir di tepi jalan depan rumah beliau.

Demi mendapat informasi itu, saya segera menghubungi beliau. Dari pembicaraan per telepon akhirnya kami sepakat untuk melihat kereta itu terlebih dulu, mengenai harga belum ditentukan. Dan kami sepakat untuk bertemu janji di rumahnya. Akhirnya dengan diantar pak Rachmat, saya sampai ke alamat beliau. Terlihat di tepi jalan depan rumah beliau, terparkir sebuah kereta Honda Accord warna merah maroon. Setelah bertemu dengan tuan rumah, kami kemudian "menginspeksi" kereta tersebut. Alhamdulillah kondisi engine (mesin) masih OK, meskipun diperlukan sedikit service di bengkel. Hanya body kendaraan perlu perbaikan seperlunya, terutama yang bocor dan berlubang. Diperlukan sedikit penambalan dan pengelasan.

Namun ada yang berkesan di mata saya. Nomor kendaraan tersebut. Ya..., nomornya adalah JAQ 26. Wow..., nomor cantik. Akhirnya saya bersetuju untuk membelinya. Harganya???..... rahasia... yang jelas masih murah bila dibandingkan dengan beli mobil sejenis dan seusia itu di Semarang. Dan yang penting, kocek mahasiswa masih mampu membayarnya.

*****

Catatan: Harga mobil 2nd di kalangan mahasiswa asing berkisar antara RM 2000 hingga RM 3000 tergantung model, kondisi, dan tahun keluarannya. Sedangkan motor 2nd berkisar antara RM 500 hingga RM 1250.

oooOOOooo